Lolitasoraya Says…











{July 8, 2009}   Bentar-bentar Meja Makan

Liburan kali ini menciptakan sebuah sindrom baru untukku. Sindrom tersebut tak lain tak bukan adalah melangkahkan kaki keluar kamar menuju ke meja makan dan membuka tudung saji (ki nek tak singkat dowo tenan, ora pengen melu-melu raditya dika). Hadeeeehhh. Meskipun tidak menemukan suatu apapun atau kadang-kadang nemu makanan tapi ga begitu menyelerakan, tetap saja ini menjadi sebuah sindrom yang fatal jika dibiarkan begitu saja selama liburan ini. Masalahnya adalah semakin lama sindrom ini mulai menjurus ke kebiasaan mencomot makanan apa aja yang ada di meja makan. Jadinya ya mau tak mau jarum timbangan menjadi semakin ke kanan. Mungkin gini ini ya ga enaknya jadi pengangguran atau ibu rumah tangga yang segalanya sudah dikerjakan pembantu (jarang kalau yang ini).

Ketika kutundukkan kepala ini menatap perut, astaga! lipatannya semakin membesar. Huaaaaaaa :’( Selain itu perasaanku menjadi semakin ga nyaman masalahnya celana kolorku (bukan sempag loh) yang ta pake sehari-hari di rumah jadi semakin menekan perutku dan membuatnya menjadi sesak. Bagian kolornya menjadikan perutku terbagi menjadi dua, yaitu lipatan atas dan bawah. Mungkin kalo bahasa biologinya serambi sama bilik (ngacoooo)

Oh tidaaaaaaak. Mengapa ini harus terjadi (hikz)

Advertisement


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

et cetera
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.